Selasa, 27 Oktober 2015

mengajarkan cinta alam kepada anak-anak

tiga minggu yang lalu saya mengajak murid-murid kelas V dan VI SDN Kanigoro 1 ke Gunung Andong. Gunung Andong merupakan salah satu gunung yang berada di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Ngablak Kabupaten Magelang. Kami melakukan perjalanan melalui Base Camp Taruna Jaya Giri yang berada di Desa Sawit Girirejo Ngablak Magelang. Sebenarnya ada beberapa Base Camp yang terdapat di Gunung Andong, diantaranya adalah Base Camp Pendem, Base Camp Gogik, Base camp Kembangan dan juga Base camp Taruna Jaya Giri. 
Kami memilih base camp yang ada di desa Sawit dikarenakan jalur pendakian yang tidak terlalu ekstrim dan cocok untuk anak-anak. 
Pada umumnya untuk orang dewasa, perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Andong hanya dibutuhkan waktu 1,5 jam. Namun karena para siswa bersemangat untuk mencapai puncak, mereka hanya membutuhkan waktu 1 jam. 
 Gunung Andong mempunyai 3 puncak gunung. Puncak pertama terdapat makam seseorang yang menurut cerita adalah makam seseorang yang bernama Ki Joko Pekik. Di gambar di atas adalah Puncak kedua yang biasanya digunakan para pendaki untuk mendirikan tenda. Puncak ketiga juga digunakan pendaki untuk berkemah disitu. Antara Puncak kedua dan ketiga dihubungkan oleh suatu jalur yang bernama Geger Sapi. Dinamakan demikian karena jalur tersebut mirip dengan bahu ( dalam bahasa jawa disebut  "Geger") seekor sapi. Jalur tersebut memang ekstrim, karena jalan setapak yang berbatu yang di samping kanan dan kiri  berupa jurang yang terjal.

Kami menugaskan kepada anak-anak untuk membawa plastik kresek untuk memunguti sampah yang berada di sekitar gunung yang kemudian akan dibawa turun ke gunung dan dibuang di tempat sampah yang berada di base camp. Hal ini dimaksudkan untuk mengajarkan anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan dan lebih mencintai alam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar